Hanya tentang Memaafkan…..

Selagi masih anget-angetnya lebaran, di postingan saya yang perdana ini saya ingin berbagi sesuatu dengan anda. Berbagi sesuatu yang ala kadarnya bukan sesuatu yang mewah. Sesuatu itu adalah Pertanyaan !  😆

Lalu pertanyaan nya apa …?

Sudah lama sekali saya menyimpan pertanyaan ini yang mungkin ga kurang dari 5 tahun terakhir. Aneh Sekian lama waktu itu, saya seolah belum menemukan suatu kepastian jawaban, apa mungkin karena pertanyaannya yang terlalu sulit sehingga saya terlalu bodoh untuk menjawabnya. Atau mungkin pertanyaan nya yang terlalu mudah sehingga saya kesulitan tuk jawab nya. Sekarang saya sudah tau jawabannya cuma saya sekedar pengen tahu jawaban anda saja.

Begini pertanyaannya :

Lebih berat mana memaafkan diri sendiri atau memaafkan orang lain ?

 

.

Cuma itu kok pertanyaannya.  Selamat menjawab.

17 Responses to “Hanya tentang Memaafkan…..”


  1. 1 Ali Sastroamidjojo September 28, 2009 at 4:01 AM

    Diri sendiri, apabila ternyata kita salah. Orang lain, apabila ternyata mereka benar, dan kita salah.😀

    Ini blog baru banget toh? Selamat datang di WordPress!

  2. 4 G3mbel September 28, 2009 at 5:08 PM

    @ Ali Sastroamidjojo

    Diri sendiri, apabila ternyata kita salah. Orang lain, apabila ternyata mereka benar, dan kita salah.:D

    .

    Ya..,ya terkadang pengetahuan itu datang belakangan meskipun keadaan menuntut kita bertindak cepat dan tegas. Tapi sepertinya anda belum menentukan pilihan yang saya tawarkan. jadi pilih mana mas?😀

    .

    @ illuminationis

    IMHO, sama saja.

    .

    Jawaban yang luar biasa. Sepertinya anda memilih jadi pengamat saja ya ?

  3. 5 illuminationis September 28, 2009 at 5:20 PM

    Sepertinya anda memilih jadi pengamat saja ya?

    heheheh… sepertinya anda juga? biasanya cuma jenis mengenali jenis😎

  4. 6 G3mbel September 28, 2009 at 5:22 PM

    @ Ali Sastroamidjojo

    Ini blog baru banget toh? Selamat datang di WordPress!

    .

    Usia rumahnya udah lebih dari setahun cuma baru di tempati kemarin.

    Terima kasih atas sambutannya.

    Sekalian tumpang tanya , kalau menonaktifkan fasilitas moderasi gimana? , truz kalau menampilkan box komentar gimana?

    semoga anda berkenan menjawabnya

    * saya tidak malu karena saya asli gaptek :mrgreen: *

  5. 7 Zephyr September 28, 2009 at 6:52 PM

    Sepertinya memang sama saja. Meski.. (IMHO) adakalanya tergantung context dan contens-nya.

  6. 8 Ali Sastroamidjojo September 28, 2009 at 7:26 PM

    ^

    Lah itu komentarnya udah warna=warni?😕

    Klik comments di dashboard terus dibagian bawah ada opsinya. Tinggal centang aja.

    Box komentar? Kan sudah? Lihat2 saja di “comments”.

    Saya juga seadanya aja pengetahuannya soal begituan.:mrgreen:

  7. 9 Ali Sastroamidjojo September 28, 2009 at 7:29 PM

    Komentar pertama saya itu jawabannya. Jadi, buat saya ada kondisinya.

  8. 10 G3mbel September 28, 2009 at 10:54 PM

    @ Ali Sastroamidjojo, illuminationis, zephyr

    Berarti anda bertiga sudah menjawabnya , sekarang tinggal giliran saya.

    .

    Jawaban saya cuma satu dan tidak ambigu serta tegas memilih tanpa menghindari pilihan (pengamat) 😆 :

    .

    ‘Diri Sendiri’

    .

    Yang saya maksud ‘Diri Sendiri’ di sini adalah diri sendiri yang telah menjadi ‘Orang Lain’ . Dan yang saya maksud ‘Orang Lain’ di sini adalah ‘Diri Sendiri’ itu sendiri. Lalu siapakah dan dimanakah Diri Sejati itu. Disini letak pokok permasalahan nya. mbuleet bin njimet …?😆

    Masalah baru muncul lagi ketika keduanya terperangkap dalam satu tubuh mahluk yang kita kenal, tarohlah bernama ‘manusia’ . Kalau keduanya terpisah secara fisis, dalam artian yang satu di ‘manusia A’ dan yang satu lagi di ‘manusia B’ itu sejuta kali masih mendinglah karena jelas dan bisa di bedakan. Tapi masalahnya keduanya ini terperangkap dalam satu tubuh.🙄

    .

    Lantas pertanyaannya : siapa, memaafkan siapa ? ….?🙄

    .

    * tolong bantuin mikir dunk *:mrgreen:

  9. 11 G3mbel September 28, 2009 at 11:44 PM

    @ Ali Sastroamidjojo

    Diri sendiri, apabila ternyata kita salah. Orang lain, apabila ternyata mereka benar, dan kita salah.

    .

    Saya coba kritisi jawaban anda :

    .

    Diri sendiri, apabila ternyata kita salah

    .

    Gimana kalau kasusnya tidak ada yang salah tapi cuma ada manusia bodoh seperti yang ada di lyric lagu Ada Band.😆

    .

    tiada yang salah, hanya aku manusia bodoh

    .

    nah lho gimana mas..? :mrgreen:

    Orang lain, apabila ternyata mereka benar, dan kita salah

    .

    untuk yang ini saya minta penjelasan lebih lanjut. Takutnya saya yang salah interpretasi.

    * menunggu sangat penjelasannya *

  10. 12 G3mbel September 29, 2009 at 12:10 AM

    @ illuminationis

    heheheh… sepertinya anda juga?

    .

    IMHO , siapa pun, apapun, dimanapun, dan kapan pun juga sejatinya hanya sebatas pengamat , tak lebih. permasalahannya hanya terletak pada penglihatan yang bukan terletak pada mata.

    .

    mohon jangan saling tuding ntar bisa berantem :mrgreen:

  11. 13 Mr.El-Adani September 30, 2009 at 11:11 AM

    Lebih berat memaafkan orang lain.

  12. 14 G3mbel September 30, 2009 at 6:35 PM

    @ Mr. El-Adani

    Lebih berat memaafkan orang lain

    .

    Yup memang pada awalnya memaafkan itu adalah sekedar urusan rasa, kemudian logika ikut nimbrung, jadilah memaafkan itu urusan mereka berdua. Lantas rasa nyerah sehingga memaafkan itu murni urusan logika. Tapi pada akhirnya logika pun keok juga minta ampun. Sehingga memaafkan itu bukan urusan siapa-siapa.😆

    • 15 Mr.El-Adani October 1, 2009 at 11:09 AM

      ..pada awalnya memaafkan itu adalah sekedar urusan rasa, kemudian logika ikut nimbrung, jadilah memaafkan itu urusan mereka berdua.

      Pada awalnya memang masalah rasa, karena tidak semua orang punya kemampuan untuk mengendalikan, mana yang harus diutamakan, rasa atau logika😀 Namun kemudian baru sedikit demi sedikit, logika mulai mengambil alih, dan jadilah perkara itu, perkara bersama, rasa dan logika.

      Lantas rasa nyerah sehingga memaafkan itu murni urusan logika.

      Hehe… pengambil alihan itu

      Tapi pada akhirnya logika pun keok juga minta ampun. Sehingga memaafkan itu bukan urusan siapa-siapa.😆

      Bukan urusan siapa-siapa? hahaha😆

  13. 16 Kurotsuchi October 10, 2009 at 11:17 AM

    Lebih berat mana memaafkan diri sendiri atau memaafkan orang lain ?

    udah baca komen satu-persatu, koq ya saya malah bingung ya? kalo mau njawab yang lebih manusiawi versi saya; ya paling berat itu memaafkan orang lain… jarang orang mau berfikir soal diri sendiri itu benar atau salah, toh, yang penting selamat dan kelihatan mulia tanpa cela, tah?

    *belum makan sejak pagi, jadi harap maklum jawabnya ngelantur bin ngawur*😆

    P.S
    sungguh, filsuf minimal bikin orang bodo seperti saya kena migrain!:mrgreen:

  14. 17 G3mbel October 10, 2009 at 8:24 PM

    sungguh, filsuf minimal bikin orang bodo seperti saya kena migrain!:mrgreen:

    .

    ya betul, memang filsuf itu sejatinya bego bin bloon 😆 . Untuk jawab satu pertanyaan aja butuh waktu puluhan taun bahkan sampai ajal pun pertanyaan itu masih belum terjawab. Terus pertanyaan itu diwariskan ke filsuf lainnya sampai waktu ratusan hingga ribuan taun, tapi tetep saja masih belum ditemukan jawaban pasti. Bisa kebayang kan betapa begonya filsuf itu ?😆

    .

    Nah sebenarnya yang jenius itu hanya cuma ada satu, yaitu orang yang polos , sebab orang polos tak perlu mikir, hanya cukup dengan di lihat saja, dia faham benar semua persoalannya. Ya.. jadi orang polos itu syaratnya gampang-gampang susah gituh. Cuma gak pernah sekalipun berbuat dosa dan kesalahan seumur hidupnya. Cuma itu kok syaratnya. 😆


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




jadwal pentas

September 2009
S M T W T F S
    Oct »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

jumlah kunjungan

  • 7,212 hits

tamu istimewa

  • None

Top Posts


%d bloggers like this: