Konsisten

jika anda mencintai, maka mencintai karena apa…?

.
.
silahkan anda menjawab dengan konsisten dan beralasan

About these ads

45 Responses to “Konsisten”


  1. 1 Zephyr December 16, 2009 at 6:31 PM

    .

    .

    Bagaimana jika kita mencintai tanpa alasan? bisakah?
    Bagaimana jika cinta itu cinta saja? tanpa ada akhiran : Karena…..

    ^

    *ditanya malah nanya* :)

  2. 2 lambrtz December 16, 2009 at 8:01 PM

    Apa maksud konsisten di sini? :?

  3. 3 Frea December 16, 2009 at 8:19 PM

    Karena kalau ada alasan tertentu dalam mencintai, ketika akhirnya alasan itu hilang atau berganti, perasaan cinta itu juga ikut berubah? sehingga ini tidak konsisten?
    begitukah?
    .
    .
    .
    Ah, ya. Bisakah kita mengatakan “Saya cinta kamu walaupun..”
    Daripada mengatakan “Saya cinta kamu karena…”

    *ikutan balik nanya* :P

  4. 4 illuminationis December 17, 2009 at 1:00 AM

    judul dan isi postingan kagak nyambung :?

  5. 5 Kazumi December 17, 2009 at 5:27 AM

    Tadinya mo ikut Zephyr n Frea…
    no reason for love
    but….something couldn’t be explain,heart beat
    perhaps love is when i feel something beat in my heart…
    cause love with heart,isn’t it ?
    *lah balik nanya juga…:)
    konsisten disini maksudnya apa sih bro?
    *lah nanya lagi :mrgreen:

  6. 7 G3mbel December 17, 2009 at 5:32 AM

    @ Zephyr
    .

    Bagaimana jika kita mencintai tanpa alasan? bisakah?

    .
    apa pun jenis cintanya tentu harus beralasan….!! :evil: sebab jika tidak itu adalah cinta buta.
    .
    awalnya rasa dan memang hanya rasa , lantas terus- menerus merajalela hingga sirnalah segala logika tapi percayalah hal ini akan menjadi “cinta” ketika logika mulai mengada. begitulahh.. :)
    .

    Bagaimana jika cinta itu cinta saja? tanpa ada akhiran : Karena…..

    .
    anda ini antek2nya Ahmad Dani ya… :evil: jangan paksakan berteori dari teori.. .
    .
    saya pikir hal itu terlalu utopis namun bukanlah hal mustahil tapi yang perlu di ingat adalah segala sesuatu itu ada tahapannya…!!! ;)
    .
    @ Lambrtz
    .

    Apa maksud konsisten di sini? :?

    .
    konsisten…? always behaving in the same way or have a definite standard. this is what i meant
    .
    @ Frea
    .

    Karena kalau ada alasan tertentu dalam mencintai, ketika akhirnya alasan itu hilang atau berganti, perasaan cinta itu juga ikut berubah? sehingga ini tidak konsisten?
    begitukah?

    .
    yap demikianla… :P
    .

    Ah, ya. Bisakah kita mengatakan “Saya cinta kamu walaupun..”
    Daripada mengatakan “Saya cinta kamu karena…”

    .
    kalau saya coba kasih contoh mungkin seperti ini :
    .
    aku cinta kamu walaupun kamu cuantik seperti Penelove Cruz
    aku cinta kamu walaupun kamu kaya raya seperti Paris Hilton

    .
    lalu
    .
    aku cinta kamu karena kamu adalah hasrat terbesarku , mimpi terindahku , harapan dan keinginan terakhirku, cahaya paling terang diantara sejuta matahari di kehidupanku
    aku cinta kamu karena kamu adalah nyawa hidupku.

    .
    tapi khusus untuk yang karena cukup dipatrikan dalam hati saja sebab jika di ucapkan akan di tuding super gombal. begitulah sabda mbak Iluminationis. :mrgreen:
    .
    begitukah…? :?
    .
    jadi tetep saja cinta itu harus beralasan tapi alasan yg bener2 beralasan sehingga bukan sekedar alesan dari satu pembenaran.
    .
    mencintai tanpa alasan berarti anda tidak tahu apa itu cinta sekaligus menunjukan bahwa anda tidak mengetahui diri anda sekaligus orang yg anda cintai.
    .
    @ Iluminationis
    .

    judul dan isi postingan kagak nyambung :?

    .
    maaf kesalahan bukan pada judul maupun isi postingan, mungkin kesalahan ada pada mata anda yg kelilipan. :mrgreen:
    .
    postingan kali ini hanya untuk orang dewasa yg berjiwa muda , bukan bagi orang tua yg berjiwa nenek2
    :mrgreen: :lol:

    • 8 illuminationis December 17, 2009 at 2:19 PM

      ada yang namanya logika cinta? :?
      saya pikirnya logika itu bagian dari belajar hidup matematika/ filsafat :mrgreen:

      • 9 G3mbel December 19, 2009 at 7:09 AM

        ada yang namanya logika cinta? :?

        .
        wekeekee… :lol: logika cinta kayaknya ndak ada mbak makanya orang yg sedang mabok cinta itu biasanya duableegg bin bego bin belegugg pisan alias buta realita ( sulit membedakan antara nyata dan ilusi ).
        .
        tapi kalau logika Cinta pasti harus ada, kalau gak ada mana mungkin sang Buddha bicara : tidak ada kejahatan, tidak ada keburukan yang ada hanyalah kegelapan jiwa yang belum tercerahkan. .
        .
        tapi kalau logika jenis ini mah sudah termasuk logika kasta terelit alias the ultime logic .

        .
        bukankah mas Nagarjuna juga menjelaskan konsep jalan tengah pakai nalar logis padahal yang beliau jelaskan itu bukan entitas fisis…? ;)
        .
        logika itu kan buah dari penalaran akan realitas sementara realitas itu adanya di wilayah rasa. sebagaimana kita ketahui bersama bahwa rasa itu gaib ( nonfisis ) alias bukan realitas fisis meskipun mewujud di alam fisis.
        .
        nah sebagaimana yang dulu pernah saya sebutkan bahwa rasa itu adalah entitas yang pada dasarnya sesat dan bisa menyesatkan sementara logika itu adalah entitas yang pada dasarnya mati dan bisa mematikan.
        .
        jadi tidak akan ada logika jika tanpa ada rasa , ini ibarat ada hardware dan ada software komputer tapi gak ada aliran listrik. itu sama artinya ada komputer tapi komputer itu mati atau gak idup alias koder bin ko’it. :lol:
        .
        kalau dikaitkan dengan konsep empirisme dan rasiolanisme, rasa itu mewakili empirisme ( priori ) sementara rasionalisme itu mewakili logika ( apriori )
        .
        rasionalisme dan empirisme itu biasanya sering berantem alias sering gak akur makanya mbah Kant yg orang njember njermen itu :lol: mencoba mendamaikan keduanya. namun sayang si mbah ini mengawinkannya hanya di permukaan sehingga lahirlah anak premature itu yang di kasih nama si sains :lol: .
        .
        nah semestinya rasionalisme dan empirisme itu dikawinkan di kedalaman atau di dasar dari dasar kedalaman sehingga akan melahirkan sains nah katanya sih yang bisa melakukan ini hanyalah seorang spiritualis/ saintis :D
        .
        singkatnya sih Cinta dan logika itu tidak bisa dipisahkan sebab pada hakikatnya satu adanya. tapi ingat bahwa ini hanya bisa terjadi di wilayah esensi.
        .
        mungkin begitu tante :mrgreen:

  7. 10 frea December 17, 2009 at 9:18 AM

    Wew, susah juga ya. :-?
    Gimana kalau, saya cinta dia, karena dia adalah dia, dan saya adalah saya.
    Dan karena seperti apapun dia menjadi nanti, dia tetaplah dia.
    Dan saya jatuh cinta padanya karenanya.
    .
    .
    .
    *mengenang cerita ibu saya tentang ayah saya*

    • 11 G3mbel December 19, 2009 at 7:12 AM

      hebat…!!, dah ampir mendekati persepsi saya :D, coba cari tau siapakah saya dan siapakah dia sebenarnya ntar juga akan ketahuan sebenarnya cinta itu apaaan sich … ? :roll:
      .
      ada satu lagi yang perlu dipahami dan dibedakan antara jatuh cinta dan mencintai.
      .
      keduanya hampir sama padahal bisa sangat berbeda. mbak tau d mana bedanya … ? :?

  8. 12 illuminationis December 17, 2009 at 2:16 PM

    nanya-nanya ini rasanya dalam rangka Bung Gembel ngumpulin gombal :lol: Ada sasaran?

    • 13 G3mbel December 19, 2009 at 7:32 AM

      :oops:
      .
      kok bisa tahu sih tante
      :mrgreen: ,
      .
      saya juga kagak ngerti, ada apa dengan para cewe mbak…? :? , kenapa cewe itu suka digombalin, semakin di gomabalin malah semakin seneng malah justru kalau cewe itu diseriusin justru malah dianya semakin gak serius. :?
      .
      dasar cewe itu mahluk aneh bin ajaib. :evil:
      .
      kalau boleh tau dari manakah mbak tahu bahwa 99% kata2 cowo itu gombal dan hanya 1% yang bener2 asli , apakah ini dari teori atau dari pengalaman…? :mrgreen:
      .
      kalau dari teori itu sumbernya apa dan d mana…?
      .
      nah kalau dari pengalaman, siapakah cowo yang mampu menggombalin tante Ilum itu, boleh tau d mana alamatnya saya mau berguru kepadanya :lol: :lol: :lol:
      .
      * ini super serius*

      • 14 illuminationis December 21, 2009 at 3:07 AM

        Cowo seringkali merasa perlu memoles diri jadi ‘attractive’ di depan cewe. Gombal termasuk di antaranya. Karena apa? Ga PeDe? Psdahal cewe (kalo mau jujur) sebenernya ga suka aneh-aneh. Jadi para cowo, biasa sajalah, cukup apa adanya. :cool:

  9. 15 Ibeng December 17, 2009 at 9:15 PM

    Oooh..cinta..!

    Betapa pengecutnya daku,sehingga begitu takutnya akan cinta.
    Lantaran terauma cerita tetangga sebelah.
    Yang katanya,cinta adalah api
    Api adalah panas
    Jika kamu ber-/main cinta,kamu butuh pendingin yang cukup dalam ruang kamarmu.
    Ber-AC setidaknya kipas angin atau sekedar seember air.
    Ooh..cinta..!
    Yang ku tau cinta adalah-99% materi (matre),1% bahasa/isarat hati(buta).
    Atau anda cukup puas dengan- 1% bahagia/katakanlah ber-romantis-ria and 99% kecewa/menjengkelkan.
    Konsisten itu cukup panjang ceritanya,setidaknya ada kesepakatan tanggung jawab untuk seiya sekata atau saling berbagi dalam segala keadaan.
    Cinta bermata jeli/jelalatan alias suka tengak tengok kanan kiri.
    Apa ente mau ente konsisten,sementara dia ogah-ogahan.
    Isi hati sulit di tebak bung.
    Perasaanpun kadang pendusta.

    .
    Maka….!

    Waspadalah..!
    Waspadalah…!
    Waspadalah…!

    *nyambung gak nyambung ngeblog jalan terus*

    • 16 G3mbel December 19, 2009 at 7:15 AM

      waah ini kayaknya orang yg dah pengalaman nih :lol:
      .
      ya mas, cinta itu seperti logam emas yg berwarna kuning. cinta itu bagaikan emas, emas itu berwarna kuning, dan warna kuning itu ada yang berbau busuk dan bikin muntah, iih jijai bajay :lol:
      .
      tapi setau saya sih ini kembali lagi ke soal pilihan we got what we give n we got what we choose , it’s only a matter of choice
      .
      jadi yang mau konsisten silahkan konsisten yang mau nengok kanan kiri silahkanlah nengok sepuasnya.
      .
      jadi teringat kisah sahabat saya. dia ini cowo yang jatuh cinta pada seorang cewe dan dia pun di gilai sama, kalau gak salah 8 cewe :lol: ,
      .
      trus dia tuh kekeuh ngejar tuh cewe ampe bisa menyingkirkan saingan2-nya tapi tetep aja hasil akhirnya memble bin tragis ( itu cowo menolak delapan cewe yg akhirnya diapun di tolak oleh cewe yg ia kejarnya itu ) .:lol:
      .
      apa yang demikian itu bisa d katakana karma…?

  10. 17 Emina December 18, 2009 at 11:17 AM

    Mungkin kita bs mencintai tnpa alasan. Atw krn hal2 kecil yg kdg tak terpikirkan.
    Tetapi bagi sy, sy ingin mencintai krn Allah, dan alasan sederhana; ‘krn itu adlh kau’.
    Shingga dgn cinta tsb kita bs trus hidup dgn lbh baik, dan mengalirkn energinya pd orang yg dcintai agar mjd lbh baik pula.

    • 18 G3mbel December 19, 2009 at 7:17 AM

      cinta karena Allah…?
      .
      wah ini terlalu berat neng, biasanya yg kayak begini tuh suka mentok hanya pada teori saja tapi prakteknya…? mungkin hanya Allah ya tau :lol:
      .
      idealnya sih orang yg bener2 mencintai karena Allah itu orang yg telah sampai ke “hakikat” dan tentunya telah “bermakrifat” .
      .
      contohnya ya nabi Muhammad sendiri. jadi kalau ada orang yang ngaku2 mencintai karena Allah , ya silahkan saja bandingkan dengan sikap dan prilaku nabi Muhammad. sama apa ndak…? ;)

  11. 19 Mizzy December 18, 2009 at 6:37 PM

    jika anda mencintai, maka mencintai karena apa…?

    Hmmmm *thinking*

    Entahlah… Ntar ‘tak kasih tau kalau jatuh cinta lagi deh :mrgreen:

    • 20 G3mbel December 19, 2009 at 7:18 AM

      waah hebat tuh bu.., ampe mau ngasih tau segala. awas janji loooh….!!! :lol: , janji itu hutang dan hutang itu mesti di bayar :P
      .
      setau saya jatuh cinta itu hanya dua kali ( cinta pertama ( the first love atau cinta yang terakhir ( the last love ) gak kurang gak lebih. kalau ada orang yang ber-kali2 jatuh cinta ampe nyampe angka 10x pastikan dulu apakah itu gombal apa asli :lol:

  12. 21 watonist December 19, 2009 at 3:06 AM

    lha cinta itu apa ??

    ..
    saya mencintai kamu karena saya mencintai diri saya
    saya mencintai manusia dan kemanusiaannya karena saya mencintai diri saya
    saya mencintai tuhan karena saya mencintai diri saya
    saya mencintai diri sendiri karena … ;D

  13. 22 G3mbel December 19, 2009 at 7:20 AM

    wekekeke… :lol:
    .
    nah mas watonist muncul nih bisa lebih anget diskusinya. :D
    .
    yap .., intinya sih kita harus tau siapa diri yang mencintai dan siapa dia yang dicintai sehingga kita akan tahu apakah itu cinta…? sebab jika sampe ke siapakah itu cinta…? memang terlalu sangad beraddd..!!
    .

  14. 23 Ibeng December 19, 2009 at 2:57 PM

    Jika ada getaran cinta,dekati.
    Jika tidak di temukan cinta sejati tinggalkan.
    Menurutku para pria sejenis playboypun,sebenarnya,mereka sedang mencari cinta sejatinya.
    Caranya beda2,ada yang berdiam diri alias semedi,sambir berharap agar tuhan menurunkan bidadarinya.
    Ketika kita jatuh cinta pada sesuatu yang sesuai dengan selera kita(cinta relatif tapi punya setandar)masih batas kewajaran,asal tau diri,apalagi ampe kurang ajar.
    Cinta itu pencarian jatidiri.
    TEMUKAN DAN EKPRESIKAN CINTAMU,WAHAI PRIA SEJATI.
    Pria sejati cuma mitos iklan di TV.
    Saya tanya,cinta dulu apa konsisten dulu.
    Keduanya akan sulit untuk hadir pada detik yang sama.
    Karena cinta itu pencarian,bukan hitungan dua.
    Temukan cintamu,jangan malu-malu untuk di katakan pria gombal.
    Karena kamu memang pria gombal.

    *pusing*

  15. 24 Ali Sastro December 19, 2009 at 6:24 PM

    Saya mencintai karena saya mencintai; Mengapa saya mencintai? Saya mencintai karena saya mencintai; Mengapa saya mencintai? Saya mencintai karena saya mencintai; Mengapa saya mencintai? Saya mencintai karena saya mencintai; Mengapa saya mencintai? Saya mencintai karena saya mencintai; Mengapa saya mencintai? Saya mencintai karena saya mencintai; Mengapa saya mencintai? Saya mencintai karena saya mencintai; Mengapa saya mencintai? Saya mencintai karena saya mencintai; Mengapa saya mencintai? Saya mencintai karena saya mencintai; Mengapa saya mencintai? Saya mencintai karena saya mencintai; Mengapa saya mencintai? Saya mencintai karena saya mencintai; Mengapa saya mencintai? Saya mencintai karena saya mencintai; Mengapa saya mencintai? Saya mencintai karena saya mencintai; Mengapa saya mencintai? Saya mencintai karena saya mencintai; Mengapa saya mencintai? Saya mencintai karena saya mencintai; Mengapa saya mencintai? Saya mencintai karena saya mencintai; Mengapa saya mencintai? Saya mencintai karena saya mencintai; Mengapa saya mencintai? Saya mencintai karena saya mencintai; Mengapa saya mencintai? Saya mencintai karena saya mencintai; Mengapa saya mencintai? Saya mencintai karena saya mencintai; Mengapa saya mencintai? Saya mencintai karena saya mencintai; Mengapa saya mencintai? Saya mencintai karena saya mencintai; Mengapa saya mencintai?

  16. 25 G3mbel December 20, 2009 at 5:47 AM

    ^
    .
    si mas yang di atas kayaknya lagi depresi :?
    .

    ^
    ^

    pria gombal..?

    .
    bukankah hampir seluruh pria itu gombal mas… :lol:

  17. 26 Ibeng December 20, 2009 at 6:34 AM

    Saya rasa cuma anda yang gombal.

    *Jadi asal gue*

  18. 27 Lambang December 20, 2009 at 7:00 AM

    Tadi udah komen panjang ternyata amblas. :sad:
    Diulang lagi ya mas Gem.

    logika itu kan buah dari penalaran akan realitas sementara realitas itu adanya di wilayah rasa. sebagaimana kita ketahui bersama bahwa rasa itu gaib ( nonfisis ) alias bukan realitas fisis meskipun mewujud di alam fisis.

    Ada artikel tentang “rasa” yang bisa dibuktikan secara fisis, di [sini] dan [sini].

    Kalau menurut saya, mencintai itu karena merasa adanya kecocokan – baik sebagian maupun seluruhnya – dengan harapan dan imajinasi yang pernah terpikirkan. :cool:

    Kalau di kemudian hari ternyata terjadi perubahan situasi dan kondisi sehingga mengakibatkan harapan dan imajinasinya tidak sesuai lagi, maka perlu dilakukan perubahan harapan dan imajinasi, atau mulai membuka kembali buku “Arjuna Mencari Cinta”. :)

  19. 28 Lambang December 20, 2009 at 7:01 AM

    Duh, komen saya kena moderasi.

  20. 29 batjoe December 20, 2009 at 10:35 AM

    cinta karena apa??? karena “bisa memberi dan bisa menerima”

  21. 30 alfarolamablawa December 20, 2009 at 6:12 PM

    KONSISTENSI bertanggungjawab pada pilihan…benarkah??
    entah karena mencintai karena apa..karena cinta itu tidak mengenal apa dan siapa.
    salam kenal dalam persahabatan

  22. 31 G3mbel December 21, 2009 at 5:05 AM

    @ Ibeng
    .

    Saya rasa cuma anda yang gombal.

    .
    waah sayang sekali mas saya ini gak gombal tapi super gombal :lol: :lol:
    .

    @ lambang
    .

    Kalau menurut saya, mencintai itu karena merasa adanya kecocokan – baik sebagian maupun seluruhnya – dengan harapan dan imajinasi yang pernah terpikirkan.

    .
    justru karena ada perbedaan yang bisa saling melengkapi itulah maka lahirlah kecocokan sehingga ada kesamaan langkah.
    .
    laki-laki dan perempuan itu ibarat dua kutub yang berlawanan ( plus dan minus atau panas dan dingin atau gelap dan cahaya atau yin dan yan :mrgreen: )keduanya tidak boleh dipertentangkan tapi harus di selaraskan.
    .
    nah kalau harapan dan imajinasi biasa nya dua hal yang bisa merusak sebab sifatnya temporal alias tidak permanent.
    .

    Kalau di kemudian hari ternyata terjadi perubahan situasi dan kondisi sehingga mengakibatkan harapan dan imajinasinya tidak sesuai lagi, maka perlu dilakukan perubahan harapan dan imajinasi , atau mulai membuka kembali buku “Arjuna Mencari Cinta”.

    .
    dalam diskusi kali ini kita mencoba mencari standar permanen dalam mencintai sehingga biarlah segalanya berubah tapi tidak untuk cinta dan mencintai.
    .
    kalau masih berubah (
    ga konsisten ) maka itu berarti bukan cinta sebab cinta pada hakikatnya tidak berubah , biasanya yang berubah cuman kulit luarnya saja.
    .
    @ batjoe
    .

    cinta karena apa??? karena “bisa memberi dan bisa menerima”

    .
    bagaimana kalau satu ketika gak mampu memberi dan menerima lagi jadi gak cinta lagi dong..???? :lol:
    .
    @alfarolamablawa
    .

    KONSISTENSI bertanggungjawab pada pilihan…benarkah??

    .
    setau saya bertanggungjawab itu bukan pada pilihan tapi pada diri yang memilih. sedangkan konsisten itu diletakkan pada pilihan itu sendiri.
    .
    semisal kita telah memilih A maka selamanya akan A apapun resiko yg akan di hadapinya kelak maka harus di tanggung sebab itulah yang dinamakan konsekuensi satu pilihan.
    .

    entah karena mencintai karena apa..karena cinta itu tidak mengenal apa dan siapa.

    .
    memang betul bahwa cinta itu tidak mengenal “apa” dan “siapa” . sebab jika hanya kepada “apa” maka cinta itu dinisbatkan pada objek. sedangkan jika kepada “siapa” berarti cinta itu dinisbatkan kepada subjek.
    .
    padahal subjek dan objek tidak bisa dipastikan dengan jelas sebab tergantung dari acuan.
    .
    kalau mengambil pemisalan materi semisal air. tentu kita mengenali air itu dari 4 kategori yakni nama, sifat , zat, prilaku . nama air, zatnya bisa berupa padat , gas , atau cair , sifatnya bisa panas dan dingin atau bisa bening atau keruh , perilaku air selalu berusaha mencapai kondisi kesetimbangan sebab jika tidak air akan mengalir. air bisa membeku , menguap dan mencair.
    .
    jadi cinta itu bukan apa ( objek ) atau siapa ( subjek ) cinta itu hanyalah sifat yang melekat pada apa dan siapa sehingga tidak salah jika ada orang yang mengatakan bahwa cinta itu erat kaitannya dengan energi.

  23. 32 G3mbel December 21, 2009 at 5:26 AM

    @ all
    .
    silahkan bagi yang ingin menyumbangkan pendapat lagi saya tunggu mudah2an besok atau lusa bisa sama2 kita simpulkan, trim’s ;)

  24. 33 batjoe December 21, 2009 at 11:24 AM

    tapi tetap intinya hatikan mas.. walaupun disalah satu tidak mampu lagi bisa memberi dan menerima…..???
    butuh kekuatan hati untuk hal bisa menerima dan memberi itu mas walaupun kurang sekalipun seperti :
    seorang pria menerima wanita yang sudah tidak virgin tanpa syarat dan memberikan kasih sayangnya seutuhnya tanpa pamrih.

    dan banyak lagi contoh lainnya…
    hati yang kehendakNYA lah kunci dari cinta sebenarnya..

    please agak melenceng ya mas koment saya… bolehkan tetap pada pendirian saya???

  25. 34 Ibeng December 21, 2009 at 2:01 PM

    Cinta adalah kebutuhan…
    entah pada apa..dan..siapa…

    *gak ilmiah gue*

  26. 35 Lambang December 21, 2009 at 2:23 PM

    Orang mencintai karena adanya hasrat hati untuk berbagi dan menerima umpan baliknya (feedback). :)

    Lalu bagaimana kalau sudah tidak ada umpan baliknya?
    Tetap tidak boleh berubah karena “cinta pada hakikatnya tidak berubah” (menurut mas Gem).
    Ah, ini sih pemaksaan definisi. :evil:

  27. 37 G3mbel December 22, 2009 at 8:49 AM

    @ batjoe
    .

    tapi tetap intinya hatikan mas.. walaupun disalah satu tidak mampu lagi bisa memberi dan menerima…..???

    .
    letaknya memang di hati ( objek fisisnya di otak tapi objek metafisisnya di balik ruang dan waktu fisis ) mas tapi intinya adalah di rasa ( sifat ) kasih ( dari dalam di alirkan keluar ) dan sayang ( dari luar di tarik ke dalam )
    .
    hati itu tidak seideal yang kita bayangkan sebab dari esensi satu rasa akan mewujud beratus bahkan beribu bentuk rasa yang berlainan. kalau dalam konsep alam fisis satu bentuk energi yang utuh itu mewujudkan bentuk-bentuk materi yang beragam yang jumlahnya bisa jutaan bahkan miliaran.
    .
    begitu juga dengan inti rasa yang berada di lapisan keempat/jantung hati ( jantung rasa ) itu hanya mengenal satu jenis rasa saja , akan tetapi ketika mendesak keluar maka akan melahirkan bentuk-bentuk rasa baru yang jumlahnya tak terhitung ( benci, dendam , kasihan, iri, dengki, marah , malu , takut , berani, kalut, bingung, sedih, susah, gembira, senang,sesal, khawatir, rindu, betah, terhina, terpesona, nikmat, tersanjung, sombong, adil, bijaksana, ria,berani,puas,khawatir,sesak,perih,megah,lega,asin,kecut,manis,pahit,tawar dan lain sebagainya ) . semakin kepermukaan perwujudan rasa itu semakin beragam dan melimpah ruah.
    .
    penyebab utama dari bentuk2 rasa yang beragam itu tiada lain adalah pakaian manusia yang terbuat dari materi yaitu jasad fisis.
    .
    bagi manusia yang telah mencapai derajat kesempurnaan , maka dalam hatinya hanya ada satu rasa saja yaitu Cinta (
    happiness ) yang akan melahirkan kebahagiaan, ketenangan dan kedamaian di dalam dan akan mewujud keluar hanya berupa rasa kasih dan rasa sayang.
    .
    tipe manusia tersebut diatas adalah tipe utuh yg telah menyelesaikan segala bentuk perubahan dalam diri sehingga mencapai bentuk terakhirnya yaitu diri yang tetap dan pasti ( permanen ) yang terbebas dari hukum perubahan ( kefanaan ). silahkan saja cari contoh manusia yang sudah mencapai derajat ini yang pasti jumlahnya dapat di hitung dengan jari.

    .
    bahkan bagi manusia jenis ini hatinya bukan terletak di jasad lagi ( otak ) tapi sudah berada di luar alam materi. kalau memakai konsep cakra maka cakra ketujuh ( cakra mahkota ) itu letaknya di atas ubun2 kepala artinya di luar jasad fisis. hati itu saya sebut sebagai the heart of life atau jatung hati kehidupan atau hati semesta alam.
    .

    seorang pria menerima wanita yang sudah tidak virgin tanpa syarat dan memberikan kasih sayangnya seutuhnya tanpa pamrih.

    .
    jangankan gak virgin mas si wanita itu seorang pelacur pun jika si laki2 tulus mencintai maka dia akan menerima apa adanya. berikut ada penggalan film bagus yg bisa di ambil hikmahnya. judulnya do’a yang memaksa
    .

    .

    @ Ibeng
    .

    Cinta adalah kebutuhan…
    entah pada apa..dan..siapa…

    .
    yap, demikianlah cinta itu kebutuhan untuk memberi, memberi, dan hanya untuk memberi. dan karenanya akan melahirkan kebahagiaan bagi si pemberi dan si penerima. dari
    Cinta oleh cinta dan hanya untuk Cinta .
    .
    @ Lambang
    .

    Orang mencintai karena adanya hasrat hati untuk berbagi dan menerima umpan baliknya (feedback)

    .
    sekali lagi konsep ideal cinta itu adalah memberi, memberi, dan hanya untuk memberi. setelah itu di turunkan lagi ke dalam bentuk yg melewati hasrat sehingga muncul hasrat memberi lalu di turunkan lagi menjadi hasrat memberi dan menerima yang berupa harapan dan keinginan.
    .

    Lalu bagaimana kalau sudah tidak ada umpan baliknya?
    Tetap tidak boleh berubah karena “cinta pada hakikatnya tidak berubah” (menurut mas Gem).

    .
    cinta yang sebenarnya adalah wujud idependensi ( kebebasan atas segala keterikatan ) makanya sama sekali tidak butuh umpan balik atau syarat tertentu. ini bisa diibaratkan cahaya matahari yang menyinari bumi.
    .
    nah supaya tidak tumpang tidih mendingan cinta tuh di bagi tiga katagori saja, agape, philo, eros ( meminjam terminologi yunani ) ketiganya adalah cinta yang masing2 tidak boleh d campur adukan.
    .

    Ah, ini sih pemaksaan definisi. :evil:

    .
    ah mas lambang ini kayak bukan pakar persepsi :lol: , jika ada seribu orang yang mempersepsikan satu hal yang sama namun ternyata semuanya memiliki persepsi yang berlainan maka itu sangat wajar. sebab tidak ada keharusan bahwa persepsi harus sama. jadi sah2 aja toh. ini kan persepsi saya. :lol:
    .
    untukmu persepsimu dan untukku persepsiku :mrgreen:

  28. 38 Lambang December 22, 2009 at 9:47 AM

    Hihi.. bagus juga itu ayatnya: Untukmu persepsimu dan untukku persepsiku.

    Dari komen di atas ada beberapa yang beda menurut persepsi saya:

    1. Esensi satu rasa akan mewujud beratus bahkan beribu bentuk rasa yang berlainan. Ini definisi yang baru saya denger. Mirip energi dan materi yah. Kalau saya lebih cenderung memakai kalimat “satu persepsi akan mewujud beratus bahkan beribu bentuk persepsi yang berlainan”.

    2. Bagi manusia yang telah mencapai derajat kesempurnaan, maka dalam hatinya hanya ada satu rasa saja yaitu Cinta (happiness), Statement yang ini saya juga baru tahu. Setahu saya Cinta = Love, Kebahagiaan = Happiness. Kalau dari teori Harmonisasi Alam, Yin dan Yang, – *embuh teorinya sapa* – dalam hati itu harus ada dua kubu yang berlawanan agar seimbang. Harus ada Happiness dan Suffering. Happiness ini yang akan menjelma menjadi berbagai rasa yang positif, dan Suffering ini yang akan menjelma menjadi berbagai rasa negatif.

    3. Soal video do’a yang memaksa. Bukannya dari dulu sudah diketahui bahwa do’a itu adalah pemaksaan yang diperhalus. Makanya kaum sufi itu ngga mau berdo’a, karena dengan berdo’a berarti dia meragukan kemampuan Tuhan.

    4. Cinta yang sebenarnya adalah wujud idependensi (kebebasan atas segala keterikatan). Ini berarti bahwa manusia pada dasarnya memang menebar cintanya kemana-mana. Ke alam, tumbuhan, binatang, juga ke para pria dan para wanita. Oiya, ke hombreng juga.

    5. “Ah, ini sih pemaksaan definisi”. Oiya, maaf kalimat ini saya cabut aja deh. Saya lupa bahwa artikel ini tidak mengharapkan keseragaman pendapat. :)

    Tapi, yah itu hanya persepsi saya saja. Boleh beda dan ngga perlu diseragamkan. Kalau semua seragam kan ngga ada lagi harmonisasi alam. Kurang seru dan kurang menggigit.

    Baca ayat lagi ah: “Untukmu persepsimu dan untukku persepsiku.”
    *seneng aku dengan ayat ini* :mrgreen:

  29. 39 Ibeng December 22, 2009 at 10:31 AM

    Sebenarnya…kebutuhan akan ego..
    Kebutuhan untuk ikhlas itu, berat mas..!

  30. 40 Ibeng December 22, 2009 at 10:37 AM

    Yang jelas kita membutuhkan.
    entah, dengan ego atau dengan ikhlas..

  31. 41 batjoe December 23, 2009 at 1:06 AM

    yap mas udah ngerti…
    makasih masukannya….
    dan kelihatannya makin menarik…

  32. 42 Lambang December 23, 2009 at 5:04 PM

    Kesimpulannya belum muncul tho?
    *artikel sebelumnya juga tanpa kesimpulan*

    Yo wis lah, nunggu artikel berikutnya… :mrgreen:

  33. 43 G3mbel December 26, 2009 at 3:25 AM

    @ Lambang
    .

    “satu persepsi akan mewujud beratus bahkan beribu bentuk persepsi yang berlainan”.

    .
    kata pepatah, kepala boleh sama hitam sama gundul tapi pikiran…? :roll: , trus ada yang mengatakan bahwa seribu manusia itu sama artinya dengan seribu dunia meskipun mereka tinggal di tempat yang sama ( fisis ) , jadi setiap individu ( manusia ) itu unik dan masing2 individu itu berbeda satu dengan yang lainnya.
    .
    jadi perbedaan persepsi itu satu keniscayaan…!!! , makanya ada upaya untuk penyamaan persepsi tapi bukan pemaksaan persepsi.
    .

    dalam hati itu harus ada dua kubu yang berlawanan agar seimbang. Harus ada Happiness dan Suffering. Happiness ini yang akan menjelma menjadi berbagai rasa yang positif, dan Suffering ini yang akan menjelma menjadi berbagai rasa negatif.

    .
    nah yang demikian ini adalah watak dari alam dimana selalu ada dua hal yang saling berlawanan . pada saat ada pendominasian di satu sisi maka lahirlah ketimpangan/ketidakseimbangan, ketika kedua sisi ini seimbang maka lahirlah harmonisasi. dan ketika dua hal ini menyatu maka lahirlah ketiadaan ( entitas diluar “ada” dan ” tiada” ) atau dengan kata lain entitas yang berada diluar kerangka tao .
    .
    tao itu kan sekedar jalan jadi ketika segala sesuatunya telah dijalani brarti segalanya tlah selesai dan mungkin itulah yang dinamakan final destination .
    .

    Makanya kaum sufi itu ngga mau berdo’a, karena dengan berdo’a berarti dia meragukan kemampuan Tuhan.

    .
    bagi saya pribadi orang berdo’a itu satu pertanda nyata akan ketidaktahuan “diri “ sekaligus ketidaksadaran akan realita, jadi gak ada sangkut pautnya ama tuhan :)
    .

    Ini berarti bahwa manusia pada dasarnya memang menebar cintanya kemana-mana. Ke alam, tumbuhan, binatang, juga ke para pria dan para wanita. Oiya, ke hombreng juga.

    .
    bukan hanya manusia saya kira tapi semesta mahluk yang “ada” segala perbuatannya hanyalah bias2 dari energi Cinta semata cuma bias ini terlalu pekat sehingga umumnya bertolak belakang dengan sifat cinta itu sendiri.
    .
    bias tersebut terjadi oleh karena energi cinta itu harus melewati sekat yang berlapis-lapis yang entah berapa ribu atau juta, saya tidak tau pasti. sehingga dari semesta cahaya justru pada ujungnya menjelma menjadi semesta kegelapan.
    .
    .
    @ Ibeng
    .

    Sebenarnya…kebutuhan akan ego..
    Kebutuhan untuk ikhlas itu, berat mas..!

    .
    ya betul , segala sesuatu itu tidak ada yang cuma2 semua itu ada bayarannya.
    .
    anda tahu berapa harga yang harus anda bayar untuk satu kata ikhlas sehingga anda benar2 menjadi pemilik sah satu kata itu…?
    .
    .
    @ Batjoe
    .

    yap mas udah ngerti…
    makasih masukannya….
    dan kelihatannya makin menarik…

    .
    kita simak saja seri selanjutnya :)

  34. 44 Ibeng December 27, 2009 at 8:08 AM

    Cinta itu seperti matahari,yang menyinari bumi dan tidak pernah peduli,ada bagian bumi yang terbakar.
    Oleh panasnya energi cintanya.
    Saya rasa cuma bumi,dengan kesabarannya,mampu merespon cinta sang matahari.
    Sementara pelanet yang lain,sebagian menggeliat kepanasan dan sebagian lainnya menggigil kedinginan.
    Makanya saya katakan,cinta itu harus ada standarisasi pada masing2 pemberi maupun penerima.
    Kalau tidak, ya…, seperti matahari itulah.!

  35. 45 we April 16, 2012 at 3:38 AM

    o0o cinta-cinta
    o0o monkey
    o0o kosong


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




jadwal pentas

December 2009
S M T W T F S
« Nov   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

jumlah kunjungan

  • 6,482 hits

tamu istimewa

  • None

Top Posts


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: